Indonesia diimbau jangan terlalu terlena dengan adanya status investment grade. Karena saat ini rakyat masih belum sejahtera.
Hal ini disampaikan Menteri ESDM Jero Wacik yang ditemui dalam acara penandatangan nota kesepahaman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin(19/12/2011).
"Kemarin saya lihat berita investment grade negara kita naik dan sudah layak untuk tempat berinvestasi. Itu artinya begini, seluruh dunia makin berani berinvestasi di Indonesia tetapi di satu sisi akan maju investasinya. Namun saat ini rakyat masih susah," ujar Jero.
Untuk itu, lanjut dia, semua kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah nanti ke depannya akan penuh dengan kepentingan rakyat. "Nah kita arahkan kebijakan-kebijakan nantinya untuk kesejahteraan rakyat," tegas Jero.
Sekadar informasi, setelah menunggu 13 tahun lamanya, Fitch Ratings menaikkan peringkatutang Indonesia ke BBB- dari sebelumnya BB+. Artinya, Indonesia telah menyabet investment grade dari lembaga pemeringkat tersebut.
Di mana status utang yang naik pangkat itu adalah Long Term Foreign dan Local Currency Issuer. Outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Sementara country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan Short Term Foreign Currency IDR dinaikkan menjadi to F3.
Hal tersebut terjadi karena Indonesia dinilai mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat,dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar