Senin, 12 Maret 2012
Si Pencari Daun Jati,Kini Jadi Bos Tambang Pasir
KERJA keras dan tekad yang besar menjadi kunci utama untuk berhasil di dalam hidup ini. Itulah kata-kata yang pertama kali meluncur dari H Misbachul Munir (45). Bermula dari seorang pencari daun jati,asal Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan KabupatenPasuruan, yang kini menjadi seorang pengusaha pertambangan pasir di Pasuruan.
Pria paruh baya ini, mengawali kisah hidupnya dengan membantu kedua orangtuanyamencari nafkah. Guna menyokong perekonomian keluarganya yang kurang mampu, dia mencari daun jati di hutan untuk di jual ke pasarpada pagi hari.
Setelah mencari daun jati, Munir muda kembali bekerja sebagai buruh penambang pasir di desanya yang memangterkenal sebagai daerah penghasil pasir di Pasuruan.
Kerja keras sebagai pencari daun jati dan penambang pasir, memang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun, Misbach Munir berusaha bekerja ekstra agar dapat mempunyai tabungan. Dia rela menyimpan sebagian kecil upahnya, melainkan dia titipkan kepada sang majikan pemilik tambang pasir.
Tidak terasa, upah yang dititipkan kepada sang majikansaat itu mencapai Rp1 juta. Pada saat itu, jumlah tersebutterhitung sangat besar bagi seorang anak desa seperti Misbachul Munir.
Hasil tabungannya itu, kemudian dia tukar dengan sepetak tanah di dekat rumah.Dengan adanya lahan pribadi itu, Munir mulai peruntungannya dengan menambang pasir di tanahnya sendiri. Saat itu, Munir yang buta teknologi hanya mengandalkan cara tradisional,yakni menggunakan pacul dan sekop.
Alhasil, Munir harus bekerja keras mulai pagi hingga sore agar pasir yang dihasilkan banyak. Dengan kegigihannya tersebut, penghasilan Munir terus meningkat.
Munir yang kala itu sudah cukup maju, tidak melupakan prinsip menabungnya. Sebagianhasil penjualan pasirnya kembali dia sisihkan untuk membeli sepetak tanah lagi. Agar produksi pasirnya semakin banyak, Munir menyewa supir alat berat ( back hoe ) yang bekerja di pertambangan pasir milik majikannya, agar bisa menggalipasir di lahan miliknya.
Agar tidak merugikan majikannya, para pekerja tersebut dia sewa pada sore-malam hari selepas jam kerja mereka. Di bantu alat berat ( back hoe ) maka kapasitas produksi pasir milik Munir semakin bertambah banyak.
Mencari Pasar
Nama Munir kala itu belumlah terkenal di kalangan para pembeli pasir. Karenanya, demi memuaskan dan menggaet pelanggan dirinya mengisi pasirsatu truk dengan ukuran lebihbanyak sedikt dari ukuran biasanya.
Selain itu, Munir juga benar-benar memperhatikan kualitas dari pasir yang dijualnya. Karenanya para pembeli pasir pun puas dengan produksi pasir milik Munir, karena kandungan tanah dan batunyayang lebih sedikit.
Keuntungan dari penjualan pasir yang meningkat, kembali disisihkan untuk membeli lahan pertambangan lagi, begitu seterusnya hingga sekarang. Saat ini, lahan milik majikannyadulu pun sekarang telah dibeli oleh H Munir.
Meskipun telah memiliki lahan pertambangan pasir yang cukup luas, kira-kira 30 hektare (ha) lebih, namun untuk masalah perijinan dan reklamasi, tidak lepas dari perhatiannya. Menurut Munir, dirinya bisa seperti sekarang ini karena mendapat berkah dan rejeki dari alam, maka sudah seharusnya dia menjagadan mensyukuri apa yang telah didapatnya dari alam itu.
Biarpun telah sukses dan menikmati hasil dari jerih payahnya selama ini, Munir tidak melupakan warga desanya yang kurang mampu, bahkan sekarang ini warga di desanya pekerjaanya tergantung dari pertambanganmilik Munir. Banyak warga desayang menjadi supir truk dan operator alat berat ( back hoe ).
Memang, Munir tidak melakukan penambangan dengan cara tradisional guna meminimalisir risiko kecelakaan.Dengan menamai tambang pasir miliknya dengan nama CV Pasir Mas, Munir memang bersyukur menemukan emas didalam tanah yang berupa pasiryang dapat mengangkat perekonomiannya selama ini.
Mantan Pengamen yang Sukses Raup Rp400 Juta/Bulan
SEBUAH bisnis tak melulu harus berupa barang. Kala kita punya kemampuan ditambah kemauan, serta semangat pantang menyerah, maka setiap orang niscaya akan berhasil. Contoh saja Siswadi, dengan semangat pantang menyerahnya, dia memutuskanuntuk membuka sebuah usaha.
Bukan usaha di bidang barang yang dia tekuni, namun jasa. Tidak perlu jasa yang besar, dia hanya memanfaatkan kemampuanya yang diserap lewat pendidikan dan pengalamannya. Bersama lima orang temannya, Siswadi memutuskan untuk membuka bisnis bimbingan belajar (bimbel) di daerah Matraman, Jakarta.
Namun, dalam menjalankan sebuah usaha, memang tak semudah yang dibayangkan. Belum apa-apa, Siswadi dan temannya harus berjibaku dengan masalah tempat usaha bimbel. Karena memang tidak mempunyai modal, Siswadi tidak dapat mendirikan bimbel tersebut di tempat yang terbilang strategis. Mereka pun harus puas membuka bimbel di rumah kosong milik temannya di Jalan Kayu manis 6 nomor 33.
Kala dibuka pun, Siswadi hanyapunya modal Rp300 ribu untuk perlengkapan bimbel. Oleh sebab itu, bimbelnya pun hanya mempunyai 98 murid SD menjadi siswa pertama.
"Alhamdulillah semuanya lulus masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan dua di antaranya berhasil ikut pertukaran pelajar ke Jerman," kenang Siswadi kala berbincang dengan okezone , beberapa waktu lalu.
Modal yang minim membuat Siswadi tidak dapat melakukansurvei mendalam pada kurikulum atau materi yang ada. Saat itu, dia hanya menggunakan insting dan pengalamannya dalam memilih pelajaran. Nampaknya Dewi Fortuna memang berpihak padanya, insting Siswadi kala itu memang jitu. Sebab, banyaksiswa mengatakan materi yangdiberikan di bimbel Solusi banyak keluar saat ujian."Yang menurut saya sulit (pelajarannya) dan kompleks kita ajarkan ke siswa," jelasnya.
Setelah bisnis kian membesar, Siswadi tak lagi menggunakan insting untuk membantu belajar anak didiknya. Bimbelnya kini mempekerjakan tenaga kurikulum, guna menyusun soal dan materi pelajaran yang dia seleksi dengan ketat.
Alhasil, dengan kurikulum matang dan kesaksian dari para anak didiknya, membuat nama Solusi makin menggaung di dunia bimbel. Hal itulah yang membuatnya berani memberikan jaminan, kualitas pembelajaran di Solusi terstandar dengan baik.
Dengan menerapkan konsep belajar team best learning plus, setiap kelas hanya berisi 10 siswa, modul pembelajaran yang ringkas dan mudah dimengerti, mengiringi langkah Siswadi menjadi penerima penghargaan penyelenggara bimbel terbaik versi majalah bisnis nasional pada 2009 silam.Penghargaan itu, didapatkan lantaran peningkatan jumlah siswa yang mencapai 100 persen tiap semester.
Perjuangan
Kesuksesan yang didapat Siswadi dan kelima temannya, bukan jatuh dari langit. Bimbel Solusi pun bukan warisan siapa-siapa. Laki-laki kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, ini membutuhkan waktu panjang untuk membangun bimbel Solusi.
Siswadi lahir dan besar dari keluarga yang serba kekurangan. Siswadi kecil, yangditinggal pergi oleh ayahnya pada usia lima tahun, sudah memiliki semangat besar untukmengubah nasib. Sewaktu duduk di kelas III SD, didorong rasa penasarannya, Siswadi merantau ke Semarang mencari ayahnya.
Karena masih kecil, Siswadi belum punya perhitungan. Hasilnya, Siswadi kecil pun terlantar karena tidak punya kerabat di Semarang. Untuk hidup, Siswadi pun menjadi pengamen demi mendapatkan sesuap nasi di kota itu. Sembari mengamen, Siswadi tetap mencari kabar tentang sang ayah. Seiring waktu berjalan, Siswadi merasa mencari ayahnya adalah sia-sia, karenanya dia memutuskan untuk menyerah dan kembali ke Purwodadi.
Selang beberapa lama di rumah, entah angin apa yang mendorong Siswadi memutuskan kembali merantau.Kali ini tujuannya bukan lagi Semarang, namun ke ibu kota. Lagi-lagi, Siswadi pergi hanya berbekal tekad. Pergi dengan kereta api, Siswadi pun diturunkan dengan tidak hormat karena tidak membayar. "Karena tak mempunyai tiket, saya diturunkan di sawah," kenang Siswadi.
Semangatnya memang patut diacungi jempol. Tekat Siswadi yang sudah bulat membuatnyarela berjalan kaki menyusuri sawah hingga bertemu denganterminal bus. Sampai di terminal Pulo Gadung, Jakarta,Siswadi juga tidak punya kerabat. Pengalaman hidupnya di Semarang, nampaknya telahmemberikan semangat tersendiri bagi dia. "Agar tetaphidup, saya mengamen lagi di terminal itu," jelas Siswadi.
Siswadi pun malang melintang hidup di jalanan. Ini membuatnya dapat berkenalandengan banyak orang. Dia bahkan pernah ikut demonstrasi di 1998, namun bukan untuk memperjuangkan hak-hak seperti yang dilakukan kebanyakan orang, Siswadi berdemo demi mendapatkan sebungkus nasi.
Dari keikutsertaanya pada demonstrasi tersebut, Siswadi diajak bergabung oleh kelompok mahasiswa proreformasi bernama Forum Kota (Forkot). Siswadi akhirnyamenetap di markas Forkot itu sembari mengenyam pendidikanyang kala itu belum diselesaikannya dengan kejar Paket A, setara dengan SD. Setelah lulus, Siswadi menyadari pentingnya pendidikan, dia pun meninggalkan Forkot dan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Guna mengenyam pendidikan, Siswadi mengandalkan kemampuan mengamennya untuk mencari sesuap nasi danjuga biaya sekolah. Meski begitu, faktor fisik terkadang menyebabkan dia meminta uang secara paksa kepada murid lain. "Untungnya kepala sekolah berbaik hati dan membebaskan saya dari SPP," kata dia.
Setelah lulus SMP, Siswadi yangingin merasakan manisnya masa SMU, mulai berfikir lebih maju. Dia tidak ingin lagi mengandalkan kemampuan mengamennya. Maka dari itu dia pun mencari pekerjaan. Beruntung sebuah penyewaan game memakai jasanya. Gaji dari penyewaan game itu akhirnya dipakai membiayai sekolah.
Siswadi pun mulai intens mengikuti organisasi, dia mulai aktif di kegiatan nasyid SMU, bahkan sempat menjadi juara antar-SMU. "Sejak itu, saya mulai tenang dan tidak nakal," ungkap Siswadi.
Lulus SMU, Siswadi sempat merasakan perguruan tinggi diUniversitas Bhayangkara. Namun, dia memutuskan bekerja sebagai tenaga marketing di sebuah lembaga bimbel. Di tempat bimbel itulah Siswadi belajar seluk-beluk usaha bimbel. Siswadi pun akhirnya memutuskan untuk membuka bimbel sendiri bersama teman-temannya.
Semua Orang Berhak Mendapat Pendidikan
Berkaca dari masa lalunya, tekad Siswadi membentuk bimbel tidak difokuskan untuk mencari penghasilan. Siswadi ingin membuktikan bahwa bimbel itu hak semua murid dari semua status sosial. Itulahsebabnya, dalam mengelola bimbel, Siswadi berusaha menjangkau murid SD dan SMP dari kalangan menengah bawah dengan menawarkan biaya murah.
Namun, seiring berlalunya waktu, Bimbel Solusi pun tumbuh menjadi Bimbel besar. Jika pada awalnya Solusi menargetkan anak didik dari kalangan menengah ke bawah,saat ini siswa yang bergabung juga banyak dari kalangan atas.
"Dulu memang fokus anak kurang mampu, tapi sekarang kami juga menjangkau kalangan kelas atas," kata Siswadi.
Meski begitu, dia tetap mematok tarif murah Rp500 ribu per semester. "Itu menjadidaya tarik tersendiri, sebab walaupun murah namun materiyang diajarkan berkualitas," klaim Siswadi.
Dengan tarif yang terjangkau, siswa juga akan mendapatkan modul belajar, buku pengembangan, serta tempat belajar ber-AC. Siswa juga memperoleh training atau seminar motivasi yang berlangsung di tengah atau akhir semester. Naiknya pamorSolusi, membuat Siswadi beranimewaralabakan Bimbel Solusi-nya. "Kami ingin mengembangkan bimbel solusi ke seluruh Indonesia," katanya.
Saat ini, bimbel solusi telah memiliki 45 cabang dan mitra diseluruh Indonesia dengan totalmurid sekira 7.000 orang. Karyawan yang bekerja di Solusi telah mencapai kurang lebih 500 orang.
Dengan jumlah tersebut, omzetyang diperoleh setiap bulan bisa mencapai Rp400 juta. Namun demikian, sukses yang diraih Siswadi tidak menghilangkan kenangan saat dia harus berjuang menjadi pengamen di jalanan. Sebagai bentuk perhatiannya, Siswadi memberikan kursus gratis bagianak yatim piatu. "Di balik kesuksesan pasti ada hak orang lain," kata dia.
Setelah sukses lewat bimbelnya, barulah Siswadi menyempatkan diri meneruskan kuliahnya yang tertunda akibat biaya, namun kali ini dia menerukskan di universitas yang berbeda.
Sofyan Basir: Siapa Bilang BRI Itu Hanya Bank Desa?
Bank Rakyat Indonesia (BRI) dulu kerap diidentikkan denganbank pasar dan desa. Tetapi kini, bank pelat merah itu telah berubah menjadi bank modern yang siap bersaing dengan bank umum lain.
Lain dulu, lain sekarang. Mungkin asumsi itu bisa dilekatkan kepada BRI. Maklum,saat ini kiprah BRI jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Dulu banyak orang beranggapan BRI adalah bank pasar, karena lebih banyak beroperasi di sekitar pasar tradisional.
Pasar adalah tempat di mana masyarakat banyak berinteraksi di pasar-pasar tradisional. Tetapi itu dulu, kini BRI telah menjadi bank modernyang siap bersaing dengan bank umum lain.
Kendati begitu BRI tetap mempertahankan visi bisnisnyayang memberikan perhatian besar pada masyarakat desa. Perubahan wajah BRI tersebut tidak terlepas dari peran Sofyan Basir sebagai direktur utama.
Setidaknya, di bawah kepemimpinannya, BRI memperlihatkan kinerja yang terus meningkat. Hal ini misalnya terlihat pada pendapatan dan laba BRI. Padatriwulan III-2011, BRI mencatatkan laba sebesar Rp10,43 triliun.
Angka ini lebih besar 56,69 persen dibanding periode yangsama di 2010. Sejak 2010, BRI memang telah membukukan laba di atas Rp10 triliun. Bedanya, angka lebih dari Rp10triliun dibukukan pada kuartal keempat (pada 2010 BRI berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp11,472 triliun). Kenaikan sebesar itu tentunya tidak bisa diraih dengan kinerja yang biasa-biasa saja.
Apalagi, saat ini persaingan dunia perbankan semakin ketat. Kenaikan laba BRI yang cukup besar tersebut banyak membuat analis dan bankir yang kagum. Semua perkembangan dalam beberapatahun terakhir tidak lepas dariracikan strategi yang dilakukan Sofyan. Menurut Sofyan, pencapaian laba yang mencapai lebih dari Rp10 triliunpada 2010 bukan hanya menyebabkan kaget pihak luar.
Pada awalnya, internal perusahaan pun tidak semua memprediksikan hal tersebut. Semua ini karena BRI mampu memaksimalkan semua potensi yang mereka miliki. Dalam laporan triwulan III yang dipublikasikan pada Septemberlalu, BRI mempunyai net interest income (NII) sebesar Rp26,2 triliun dan net interest margin (NIM) 10,24 persen, sedangkan capital adequacy ratio -nya (CAR) sebesar 14,84 persen dan return on equity ( ROE) 39,86 persen.
Sehatnya BRI juga terlihat jelas pada besaran kredit bermasalah ( non-performing loans /NPL) gross yang sebesar 3,34 persen dan NPL net sebesar 0,75 persen. Hal ini tentunya jauh di bawah batasan NPL yang ditentukan BI yang sebesar lima persen.
Pertumbuhan BRI juga diperlihatkan dari jumlah cabang dan kantor yang dimiliki. Pada beberapa tahun lalu, BRI mungkin lebih dikenal dengan bank rakyat karena memiliki jaringan kantor hinggapedesaan. Namun, kala itu kantor yang mereka yang adadi pedesaan itu tidak online .
Kini semua berubah, dan tabungan BRI pun tidak hanya identik dengan simpedes. Pada 2005, hanya sekira 1.100-1.200kantor yang online di perkotaan dan itu pun tidak semua. Namun sejak akhir 2010, jumlah kantor BRI lebih dari 7.000 lokasi. Sementara itu, tahun ini Sofyan menargetkan BRI bisa menjadi bank yang mempunyai kantor terbanyak.
"Kalau dulu di daerah Rasuna Said (Kuningan, Jakarta-red) tidak ada kantor BRI, sekarangsudah ada beberapa," kata Sofyan.
Menurut Sofyan, ada perbedaan antara karakter nasabah desa dengan nasabahperkotaan. Hal yang utama adalah besaran kredit yang diterima oleh masing-masing nasabah. Nasabah perdesaan umumnya mengambil kredit-kredit kecil, mikro kecil. Mereka mengambil kredit sesuai nilai yang menurut mereka cukup. Bahkan, banyakyang enggan diberikan jumlah pinjaman lebih besar dari bank.
"Saya tanyakan nasabah yang mengambil KUR Rp4 juta dan menyarankannya untuk mengambil KUR yang lebih tinggi, misalkan Rp8 juta, tapi mereka menolak. Menurut dia, jangka waktu 12 bulan saja sudah cukup lama, dan apabila mereka memiliki uang untuk menutup dalam 10 bulan dia sudah merasa untung. Sederhana sekali, karena lebih dari itu mungkin dia tidak terlalu mikir, begitulah di pedesaan," kata Sofyan.
Untuk masyarakat kota, dia membutuhkan kemudahan dan jawabannya adalah teknologi. BRI support penuh dengan fitur produk, ATM ditempatkandi mana pun. "Jadi, kami mencoba untuk memfasilitasi orang kota dengan gaya dan kebutuhan mereka. Di desa dengan gaya orang desa dan kebutuhan orang desa, jadi spesifik betul," tambah Sofyan.
Sofyan berusaha terus memberikan perbaikan pelayanan kepada nasabah. Terbukti, pelayanan yang ditawarkan BRI pun semakin memanjakan nasabah dalam tahun-tahun terakhir. Hal ini misalnya terlihat pada layanan ATM BRI yang memperlihatkan perkembangan signifikan antara 2005 dibanding 2010. ATM dulu hanya 30 fitur dan sekarang menjadi 124 fitur. Halini tentunya sudah sama dengan bank swasta, mereka fiturnya berkisar 100-120.
Ke depan, Sofyan berkeinginanagar BRI menjadi National Payment Agent terbesar, sehingga hampir seluruh masyarakat Indonesia bermutasi di BRI. Dia melihat potensinya sangat besar. Di daerah, BRI menjadi pemenang,hampir di semua daerah-daerah terpencil BRI masuk. Sofyan tidak hanya puasa dengan keunggulan di perdesaan. Dengan moto"melayani setulus hati dari desa sampai kota".
Artinya, BRI tidak akan hanya berhenti di desa, tetapi juga masyarakat kota sesuai dengan kondisi BRI sekarang yang sudah menjadi bank modern yang siap melayani siapa saja tanpa sekat apakahorang desa atau kota.
Sosok Motivator Karyawan
Di bawah kepemimpinan SofyanBasyir, pelan tapi pasti BRI berubah menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Bahkan selama enam tahun masa jabatannya, pria kelahiran Bogor, 2 Mei 1958 inidinilai telah berhasil meningkatkan kinerja BRI ke arah yang lebih baik.
Kepiawaian Sofyan dalam memimpin BRI bukanlah isapan jempol semata. Faktanya, selama dia menjabat, beberapakeputusan strategis yang dibuatnya terbukti mampu membawa dampak baik bagi perkembangan BRI.
Salah satunya Sofyan mampu mengubah imej BRI sebagai bank desa menjadi bank terkemuka yang sejajar dengan bankbank besar lain. Kendati demikian, menurut Sofyan kesuksesan yang diraihBRI hingga saat ini bukan semata-mata atas inisiatif dan kerja keras dirinya maupun jajaran direksi saja, melainkan juga berkat kinerja yang baik dari segenap karyawan BRI.
"Tidak benar kalau semua pencapaian baik ini ada hanya karena dirut atau direksinya, sebab yang terjun langsung ituadalah karyawan. Jadi, merekajuga sangat berperan dalam kesuksesan ini," katanya pada SINDO .
Dia menilai peran dirinya sebagai pemimpin hanya sebagai penyemangat dan pemotivasi karyawan saja untuk dapat bekerja lebih baikdan giat. "Oleh karena itu, saya selalu melibatkan karyawan BRI dalam segala kegiatan dan gerakan kemajuan," ungkapnya.
Dengan konsep itulah, hingga saat ini Sofyan mengaku selalurukun dengan serikat pekerja BRI dari Sabang sampai Merauke. Menurut dia, memangharus demikianlah konsep yangdilakukan dalam membangun semangat kerja karyawan, sehingga secara tidak langsunghubungan harmonis atasan danbawahan akan tetap terjaga.
"Saya merasa bersyukur hingga kini komunikasi saya dengan serikat pekerja BRI bisa terjalin dengan baik," ujarnya.
Walaupun demikian, ketegasan Sofyan sebagai pemimpin juga tampak jelas terlihat dari upayanya untuk meyakinkan karyawan dalam menjaga aset yang dimiliki bersama. Misalnya dalam menghadapi masalah fraud, tanpa ampun dia akan langsung memecat dan menindak tegas karyawan yang dinilai melakukan kesalahan. Sebaliknya, dia jugaakan mengapresiasi setiap karyawan yang telah bekerja dengan baik dan maksimal.
Ditinggal Pacar, Olla Ramlan Kesepian
Olla Ramlan merasa kesepian setelah ditinggal kekasihnya, Aufar Hutapea pergi umrah. Meski begitu, Olla senang karena Aufar tetap melihatnya di televisi.
"Lumayan kesepian, biasanya ada yang perhatiin, agak kesepian. Tapi dia dari sana tetap nonton aku kalau lagi tampil dari TV," ungkapnya ketika ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (12/3/2012).
Olla memang tidak menemani Aufar pergi ke Tanah Suci. Pasalnya, mantan istri Alex Tian ini sedang sibuk menjalani proses menghapus tato di tubuhnya.
"Semua sudah dilaser, pigmen dimatikan, nanti prosesnya limaminggu akan hilang. Pokoknya semuanya sudah dihapus," tandasnya.
Karena permintaan sang pacaryang dikenal sangat fanatik dengan agama, Olla merasa senang bisa mewujudkan permintaannya demi menunjukan keseriusan cintanya.
"Jadi gatal-gatal banget. Aku ikhlas, enggak ada beban. Karena tato kan di Islam enggak boleh. Bukan cuma permintaan dari calon saya, ini sebagai pembuktian kalau seseorang mau lebih baik dan serius banget kenapa tidak. Pokoknya semua ada hikmahnya, walaupun disuruh Aufar pokoknya bisa lebih baik," tandasnya.
Anak-anak Cenderung Memilih Google untuk Bertanya
Ketika usia dibawah 15 punya pertanyaan,orang tua mungkin berharap anak-anak akan bertanya pada mereka untuk membantu.Tapi tampaknya, saat ini sebagian besar anak-anak akan lebih memilih menemukan jawaban di mesin pencari Google.
Kebanyakan usia enam hingga 15 tahun akan beralih pertamakali ke mesin pencari, 54 persen diantaranya mengatakan bahwa mereka akan memilih Google sebelum bertanya pada orang tua atauguru. Hanya seperempat dari anak-anak itu yang bertanya pada orang tua mereka pertamakali sebelum Google.
Sedangkan ensiklopedia sepertinya menjadi pilihan terakhir. Hampir setengah darisemua anak (45 persen) tidak pernah menggunakan ensiklopedia cetak dan hampir seperlima (19 persen) belum pernah menggunakan kamus cetak.
Survei dari 500 anak-anak ini menyoroti bagaimana teknologitelah menjadi pusat kehidupan muda. Hampir setengah anak-anak menggunakan Google, setidaknya lima kali sehari.
“Tumbuhnya anak-anak dalam lingkungan di mana teknologi digital diterima sebagai standar, kami ingin melihat seberapa besar itu mempengaruhi pendekatan mereka untuk penelitian dan eksplorasi,” ujar Pam Waddell, Direktur Birmingham Science City mengomentari temuan tersebut, seperti dilansir Daily Mail , Senin (12/3/2012).
Menurut Waddel, sebenarnya tidak mengherankan jika anak muda sering bertanya pada Google sebelum mengajukan pertanyaan pada orang tua atau guru mereka. “Namun, ini tidak selalu berarti buruk. Ini menunjukkan betapa teknologimerupakan hal yang biasa bagianak anak saat ini dan bagaimana mereka merasa nyaman menggunakannya,” tambahnya.
“Anak-anak, dalam generasi apa pun mereka akan tumbuh nanti, dengan memiliki sifat ingin tahu dan fakta bahwa mereka mampu menggunakan teknologi baru untuk mengeksplorasi, ini merupakan tanda positif untuk masa depan,” pungkasnya.
Penculik Perempuan Selalu Rusak Alat Vital Korbannya
BANTAENG - Petugas Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih berusaha keras mengungkap serangkaian kasus penculikan dan kekerasan seksual terhadap para bocah perempuan.
Sudah tujuh anak yang diculik. Korban selalu mendapat kekerasan seksual dengan merusak alat vital korbannya. Polisi menduga pelaku adalah jaringan yang sama.
Anehnya, pelaku berhasil membawa kabur bocah padahalsedang tidur di samping orangtua mereka.
Kasat Reskrim Polres BantaengAKP Dodik Susianto, Senin (12/3/2012), menjelaskan berdasarkan keterangan dari para korban ciri-ciri penculik antara satu dengan yang lainnya berbeda.
Terkait kasus penculikan terbaru terhadap bocah berinisial ND (8), warga Kelurahan Lamalaka, Kecamatan/Kabupaten Bantaeng, pada Minggu dini hari kemarin, polisi sempat mengamankan tiga orang. Namun ketiganya tidak terbukti terlibat. Setelah dipertemukan, korban mengaku tidak mengenali mereka.
Meski demikian Dodik memastikan modus penculikan dan pemerkosaan terhadap NDsama dari kasus sebelumnya.
Empat kasus sebelumnya sudahditangani hingga ke persidangan, namun untuk kasus kelima hingga tujuh tersebut masih sulit diungkap, termasuk motifnya.
Dari tujuh kasus, penculikan terjadi di atas pukul 00.10 Wita- 05.00 Wita. Korban seluruhnya warga yang tingggal di pesisir pantai.
Salah satu kesulitan mengungkap kasus ini, kata Dodik, yang melihat pelaku hanyalah korban, sehingga pembuktiannya masih lemah.
Sementara itu Direktur RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, Syafrudin Nudrdin, mengatakanhingga saat ini ND masih dirawat. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan diketahui ada luka pada alat vital korban.
Sementara itu, ibu korban, menyebutkan putrinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut masih sering menangis kesakitan.
Seperti diketahui, penculikan disertai pemerkosaan terhadap ND terjadi pada Minggu dini hari. Korban ditemukan sekira pukul 02.30 Wita di lokasi yang berjarak sekira satu kilometer dari rumahnya. Kepada petugas ND mengaku diancam akan dijual ke Makassar jika tidak mau diperkosa.
Aburizal Bakrie Sempat Dipandang Sampah
SETIAP pengusaha pasti mempunyai cerita tersendiri selama membangun usahanya. Suka duka selama menjalankansuatu perusahaan menjadi kisah menarik tersendiri bagi mereka.
Seorang pengusaha yang sudah sukses pun seperti tak pernah bosan untuk terus menggali kemampuan diri mereka dalam menjalankan bisnisnya. Berbekal naluri berbisnis, serta tekad dan kemauan yang keras, mereka pun meraih apa yang sudah menjadi keinginannya.
Begitu pula dengan konglomerat terpandang di Tanah Air, Aburizal Bakrie. Kendati lebih banyak cacian yang menghinggap di dirinya, namun dengan gayanya yang santai, pria yang akrab disapa Ical ini sukses membangun kerajaan bisnisnya.
Namun, bukan orang sukses namanya bila tak pernah merasakan pahitnya dalam membangun kesuksesan. Siapa sangka, pengusaha nasional yang pernah tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia tersebut, ternyata pernah mengalami kejatuhan yang sangat dalam.
Pada 1998, ketika krisis ekonomi melanda dunia, dia mengalami kerugian luar biasa sehingga dililit utang triliunan rupiah. Padahal, kala itu, aset yang dia dimilikinya hanya miliaran rupiah saja. Perbankanyang tadinya sangat menghormati dia, tiba-tiba memandang dia seperti sampah.
Hal itu terungkap dalam ceramah motivasi sukses yang disampaikan Ical, di hadapan 250 mahasiswa dan segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Mansur Pandeglang Banten, akhir pekan lalu.
"Jangan pernah lari dari kesulitan. Kita diuji dengan kisah sukses dan gagal. Dan setiap kesulitan itu harus dihadapi,” ujar pria kelahiran 15 November 1946.
Seperti yang dilakukannya, kata Ical, dia menghadapi masasulit tersebut dengan tenang, sampai akhirnya dia bisa bangkit lagi seperti saat sekarang. Apa yang membuatnya bangkit, karena dia teringat dengan nasehat ayahnya.
"Membayar utang tidak akan membuat miskin. Kalau tidak bisa bayar utang dengan duit, maka bayar dengan saham, atau surat berharga," ujarnya.
Untuk menunjukkan komitmennya itu, Ical pun menyerahkan semua sahamnyasehingga yang tersisa cuma 2,5 persen. "Ibu saya menjadi sangat sedih karena sesuatu yang sudah dibangun oleh ayah saya sekarang dimiliki oleh orang lain," kisahnya.
Ical juga mengubah gaya hidup.Dia yang tadinya biasa bepergian dengan pesawat pribadi sekarang naik pesawatkelas ekonomi. Dia pun mengajak mahasiswa untuk menanamkan mimpi setinggi langit, tapi kaki tetap berpijakdi atas bumi.
"Tanamkanlah keinginan untuk selalu menjadi nomor satu dan menjadi yang terbaik. Tapi kalau impian belum tercapai tidak boleh patah semangat, harus terus berjuang. Kalau adik-adik berusaha menjadi yang terbaik, maka objektif kita ke depan menjadi yang terbaik," ujar Ical pasti.
Ayah tiga anak ini mengingatkan para mahasiswa untuk tidak membiarkan diri memelihara pesimisnya. "Mesti berani berpikir besar. Kalau kita berpikir susah maka susahbeneran. Jangan pernah membiarkan diri berada di tempat gelap karena bayangan pun tidak akan menemani kita," ujarnya mengingatkan.
Pengusaha nasional ini memompa semangat para mahasiswa untuk berani menjadi seorang enterpeneur , wirausaha. Untuk memulai usaha tidak harus dengan modal sendiri. Bisa juga denganmemanfaatkan jasa perbankan.Sekarang ada program KUR dari BRI, pinjaman tanpa agunan.
"Uang itu harus bisa beranak-pinak. Yakinkan orang yang punya uang bahwa Anda bisa mengelola usaha yang Anda jalankan dan meraih keuntungan. Sekarang ada program KUR, pinjaman tanpa jaminan. Ingat, kita tidak pernah miskin dengan membayar utang ke bank,” nasehatnya pasti.
Dalam kunjungannya ke perguruan tinggi Islam di Pandeglang itu, Bakrie Untuk Negeri menyerahkan sumbangan tiga buah laptop kepada mahasiswa berprestasidan 100 eksemplar buku "AnakSejuta Bintang" yang berisi kisah inspiratif yang diilhami dari kehidupan Aburizal Bakrie. ARB juga meresmikan gedung Sentra Wirausaha STAINMAN Pandeglang.
Sekadar informasi, harta anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie ini mengalami penurunandrastis terhadap hartanya. Padahal di 2010, Ical mendudukiperingkat 10 jajaran orang terkaya dengan kekayaan sebesar USD2,1 miliar atau setara 57 persen.
Namun pada 2011, bos grup Bakrie tersebut harus puas menduduki peringkat ke-30 dengan kekayaan sebesar USD890 juta. Menurunnya kekayaan pria yang akan mencalonkan diri sebagai presiden di 2014 ini, karena terpaksa menjual sebagian sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk membayar utang.
Miliarder batu bara yang dinobatkan majalah Forbes menjadi orang terkaya keempat se-Indonesia ini sahamnya meroket, dan membuat dirinya kembali mendapatkan status miliarder pada tahun itu, setelah pada 2008 hampir kehilangan masa keemasan dalam krisis kredit global.
Selasa, 06 Maret 2012
7 Kiat Usir Kantuk Saat Bekerja
Rasa kantuk terkadang datang di saat yang tidak tepat. Misalnya saja di jam kantor saat Anda harus menghadiri rapat penting. Menurut sebuah survei di Amerika, sekitar 1 dari 10 karyawan mengakui mereka pernah tertidur di jamkerja.
Tertidur di jam kerja mungkin hanya menimbulkan rasa malu jika ketahuan, tetapi untuk mereka yang pekerjaannya membutuhkan konsenstrasi tinggi dan menuntut kesempurnaan, seperti pengendali lalu lintas udara, sopir, dokter, atau polisi, ngantuk tak tertahankan saat bekerja bisa berdampak fatal.
Jika Anda tergolong orang yang kerap diserang rasa kantuk saat bekerja, mungkin kiat sederhana berikut bisa dicoba untuk membuat Anda bangkit dari kantuk.
1. Konsumsi kafein
Secangkir teh, kopi, cola, atau minuman energi, adalah sumber kafein yang kerap dicari. Kafein adalah stimulan atauzat yang bisa meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat zat kimia yang menyebabkan kantuk. Para ahli merekomendasikan konsumsi kafein setiap hari tak lebih dari 200 miligram. Jumlah itu setara dengan tiga cangkir kopi.
2. Dengarkan musik
Sebuah studi yang dilakukan di Taiwan menemukan bahwa orang yang mendengarkan musiksebelum mengerjakan ujian cenderung memiliki level konsentrasi lebih tinggi dibandingyang tidak mendengar musik. Musik favorit juga mengembalikan mood dan meningkatkan kemampuan otak.
3. Ngemil
Ngemil termasuk dalam "obat" pengusir kantuk. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa protein merangsang sel orexin di otak yang akan mengirimkan impuls listrik yang membuat kita tetap waspada dan terjaga. Sebagai perbandingan, camilan yang kaya karbohidrat justru dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan menurunkannya sehingga membuat kita mudah ngantuk.
4. Bergerak
Duduk terus menerus bukan hanya menyebabkan bosan tapi juga memancing kantuk. Usir dengan sedikit peregangan untuk melancarkan kembali aliran darah.
5. Paparan sinar matahari
Ruangan kerja yang kurang cahaya bisa membuat mata sulit terbuka. Studi yang dilakukan di Perancis terhadap 13.000 karyawan menemukan, mereka yang ruangannya terpapar cahaya matahari jarang mengantuk saat bekerja dan risikonyamenderita insomnia lebih rendah.
6. Rangsang indra penciuman
Menghirup aroma tertentu ternyata cukup efektif untuk mengembalikan kembali fokus . Beberapa aroma yangcukup efektif membuat mata terbuka adalah pepermint, kayu manis, kopi, dan juga cokelat.
7. Kunjungi dokter
Bila Anda terus menerus diserang rasa kantuk saat bekerja, konsultasikan pada dokter. Rasa lelah dan mengantuk meski tidak melakukan aktivitas berat, bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan,seperti anemia atau sleep apnea.
Langganan:
Postingan (Atom)