Senin, 12 Maret 2012
Penculik Perempuan Selalu Rusak Alat Vital Korbannya
BANTAENG - Petugas Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih berusaha keras mengungkap serangkaian kasus penculikan dan kekerasan seksual terhadap para bocah perempuan.
Sudah tujuh anak yang diculik. Korban selalu mendapat kekerasan seksual dengan merusak alat vital korbannya. Polisi menduga pelaku adalah jaringan yang sama.
Anehnya, pelaku berhasil membawa kabur bocah padahalsedang tidur di samping orangtua mereka.
Kasat Reskrim Polres BantaengAKP Dodik Susianto, Senin (12/3/2012), menjelaskan berdasarkan keterangan dari para korban ciri-ciri penculik antara satu dengan yang lainnya berbeda.
Terkait kasus penculikan terbaru terhadap bocah berinisial ND (8), warga Kelurahan Lamalaka, Kecamatan/Kabupaten Bantaeng, pada Minggu dini hari kemarin, polisi sempat mengamankan tiga orang. Namun ketiganya tidak terbukti terlibat. Setelah dipertemukan, korban mengaku tidak mengenali mereka.
Meski demikian Dodik memastikan modus penculikan dan pemerkosaan terhadap NDsama dari kasus sebelumnya.
Empat kasus sebelumnya sudahditangani hingga ke persidangan, namun untuk kasus kelima hingga tujuh tersebut masih sulit diungkap, termasuk motifnya.
Dari tujuh kasus, penculikan terjadi di atas pukul 00.10 Wita- 05.00 Wita. Korban seluruhnya warga yang tingggal di pesisir pantai.
Salah satu kesulitan mengungkap kasus ini, kata Dodik, yang melihat pelaku hanyalah korban, sehingga pembuktiannya masih lemah.
Sementara itu Direktur RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, Syafrudin Nudrdin, mengatakanhingga saat ini ND masih dirawat. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan diketahui ada luka pada alat vital korban.
Sementara itu, ibu korban, menyebutkan putrinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut masih sering menangis kesakitan.
Seperti diketahui, penculikan disertai pemerkosaan terhadap ND terjadi pada Minggu dini hari. Korban ditemukan sekira pukul 02.30 Wita di lokasi yang berjarak sekira satu kilometer dari rumahnya. Kepada petugas ND mengaku diancam akan dijual ke Makassar jika tidak mau diperkosa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar